(Kajian Berkala Hikada Mesir Part 5)
Al-Insan Musayyar am Mukhoyyar; Perbuatan
buruk (فعل القبيح) dan penciptaan
keburukan (خلق القبيح)
Sejauh akal fikiran, perasaan-perasaan, dan
Ilmu pengetahuan sebagai potensi, ia adalah anugerah yang diciptakan Allah
untuk manusia. Anugerah ini sebagai bekal untuk menjalani hidup. Juga sebagai
ukuran atas tindakan yang akan dilakukan oleh manusia. Ini semua adalah potensi
yang relevan terhadap pilihan yang akan manusia pilih sendiri. kebaikan atau
keburukan. Jika nilai-nilai kebaikan dan perbaikan terbuka, maka itu terjadi
berkat usaha dan upaya manusia itu sendiri.
Dan jika muncul api kerusakan dan keburukan, maka itu juga terjadi akibat
tindakan dan buruknya manusia.
Sesuai dengan Firman Allah SWT:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ
فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
”Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya : 35)
Setiap bermacam-macam keburukan yang kita
lihat dari manusia adalah keburukan yang dibuat oleh manusia dan buruknya
manusia dalam mengoptimalkan potensi yang sudah allah anugerahkan, bukan dari
perbuatan Allah SWT. Tidak ada kolerasi sangkut paut antara keburukan yang
terjadi dan Allah SWT. Sebagai mana yang telah ditetapkan oleh Ahlul Haq
(baca: Ahli sunah wal Jamaah).
Ahlul Haq
mengatakan, bahwa Allah SWT adalah yang menciptakan keburukan (خلق القبيح), namun bukan yang melakukan keburukan (فعل القبيح). Karena terdapat perbedaan yang sangat
jelas antara keduanya.
Perbuatan buruk (فعل
القبيح) adalah sesuatu yang
bercampur dengan sesuatu yang buruk, sedangkan Allah di jauhkan dari yang yg
demikian. Dan adapun penciptaan keburukan (خلق القبيح)
adalah sesuatu yang terdapat pada potensi-potensi yang telah Allah anugerahi
yang karenanya dapat terjadi kebaikan dan keburukan. Artinya, yang menciptakan
kebaikan dan keburukan adalah Allah SWT.
Sebagai contoh. Seseorang yang kreatif,
inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Yang menciptakan karya seni, seperti
lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Atau yang
sering kita sebut dengan seniman. Ketika ia membuat sebuah lukisan yang jelek,
maka orang yang melukisnya tidak terlibat dengan kejelekan tersebut. Akan
tetapi, yang jelek adalah lukisan yang seniman itu buat. Karena boleh jadi
lukisan yang ia buat namun jelek itu justru menunjukkan kesempurnaan dan
keterampilan sang seniman.
ٍSambil menikmati tuangan kopi hangat. Menarik untuk sejenak kita perbincangkan.

0 Comments:
Posting Komentar