Pages

Banner 468 x 60px

 

Senin, 11 Desember 2017

(Kajian Berkala Hikada Mesir Part 5) Al-Insan Musayyar am Mukhoyyar; Perbuatan buruk (فعل القبيح) dan penciptaan keburukan (خلق القببح)

0 Comments

(Kajian Berkala Hikada Mesir Part 5)
Al-Insan Musayyar am Mukhoyyar; Perbuatan buruk (فعل القبيح) dan penciptaan keburukan (خلق القبيح)

Sejauh akal fikiran, perasaan-perasaan, dan Ilmu pengetahuan sebagai potensi, ia adalah anugerah yang diciptakan Allah untuk manusia. Anugerah ini sebagai bekal untuk menjalani hidup. Juga sebagai ukuran atas tindakan yang akan dilakukan oleh manusia. Ini semua adalah potensi yang relevan terhadap pilihan yang akan manusia pilih sendiri. kebaikan atau keburukan. Jika nilai-nilai kebaikan dan perbaikan terbuka, maka itu terjadi berkat usaha dan upaya  manusia itu sendiri. Dan jika muncul api kerusakan dan keburukan, maka itu juga terjadi akibat tindakan dan buruknya manusia.

Sesuai dengan Firman Allah SWT:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

”Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya : 35)

Setiap bermacam-macam keburukan yang kita lihat dari manusia adalah keburukan yang dibuat oleh manusia dan buruknya manusia dalam mengoptimalkan potensi yang sudah allah anugerahkan, bukan dari perbuatan Allah SWT. Tidak ada kolerasi sangkut paut antara keburukan yang terjadi dan Allah SWT. Sebagai mana yang telah ditetapkan oleh Ahlul Haq (baca: Ahli sunah wal Jamaah).

Ahlul Haq mengatakan, bahwa Allah SWT adalah yang menciptakan keburukan (خلق القبيح), namun bukan yang melakukan keburukan (فعل القبيح). Karena terdapat perbedaan yang sangat jelas antara keduanya.

Perbuatan buruk (فعل القبيح) adalah  sesuatu yang bercampur dengan sesuatu yang buruk, sedangkan Allah di jauhkan dari yang yg demikian. Dan adapun penciptaan keburukan (خلق القبيح) adalah sesuatu yang terdapat pada potensi-potensi yang telah Allah anugerahi yang karenanya dapat terjadi kebaikan dan keburukan. Artinya, yang menciptakan kebaikan dan keburukan adalah Allah SWT.

Sebagai contoh. Seseorang yang kreatif, inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Atau yang sering kita sebut dengan seniman. Ketika ia membuat sebuah lukisan yang jelek, maka orang yang melukisnya tidak terlibat dengan kejelekan tersebut. Akan tetapi, yang jelek adalah lukisan yang seniman itu buat. Karena boleh jadi lukisan yang ia buat namun jelek itu justru menunjukkan kesempurnaan dan keterampilan sang seniman.

ٍSambil menikmati tuangan kopi hangat. Menarik untuk sejenak kita perbincangkan. 

0 Comments:

Posting Komentar

 
Hikada Mesir © 2017