Pages

Banner 468 x 60px

 

Jumat, 17 November 2017

(Kajian Berkala Hikada Mesir Part 2) Al-Insan Musayyar am Mukhoyyar: Pengaruh Pendidikan dan Sosial terhadap kebebasan memilih.

1 Comments



(Kajian Berkala Hikada Mesir Part 2)
Al-Insan Musayyar am Mukhoyyar: Pengaruh Pendidikan dan Sosial terhadap kebebasan memilih.

Salam Persaudaraan…!
Semoga kita selalu mendapatkan ridho dan keberkahan dari sang Kholik, Allah SWT. Amin.
Setelah minggu lalu kita membahas sedikit konten dari Muqoddimah kitab karangan Syekh Ramadhan Al-Buthi, maka pada hari Sabtu, 11 November 2017  kita telisik sedikit isi dari kitab ini.

Pembahasan kajian kali ini menjawab pertanyaan soal; Apakah kebebasan manusia dalam memilih  dapat terhapus oleh faktor pendidikan dan sosial? mari kita renungkan bersama.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, sebaiknya kita pahami dulu apa itu musayyar, dan apa itu mukhoyyar.

Musayyar artinya di perjalankan atau perbuatan yang terjadi di luar keinginan manusia yang bukan didasari oleh keinginan dan pilihannya sendiri seperti menguap, bersin, sakit, kematian dst. Di sebut musayyar karena terjadi di luar keinginan dan pilihannya sendiri. Ini sama halnya seperti pohon yang di gerakkan oleh angin dan perputaran orbit di angkasa, yang keduanya sama sekali tidak memiliki keinginan dan pilihan.

Kemudian mukhoyyar artinya perbuatan yang dilakukan berdasarkan  keinginan dan pilihannya sendiri, seperti menegakkan sholat, mengerjakan suatu amalan, dan lain sebagainya yang dilakukan atas dasar keinginan dan pilihan sendiri.

Ada yang berpendapat bahwa Keinginan (Irodah) merupakan sumber manusia untuk memilih, namun dapat terpengaruh  oleh beberapa faktor seperti pendidikan, tekanan-tekanan sosial, juga perasaan dan gejolak hawa nafsu yang semua itu dapat menghilangkan keinginan tersebut.

Syekh Romadhon al-Buthi menjawab:
ان ارادة الانسان لا تنبع من فراغ

Keinginan manusia tidak muncul dari ruang kosong tanpa ada dorongan dan tujuan untuk melakukan sesuatu. Dan termasuk  hal yang gila  jika manusia mengikuti keinginannya namun tidak ada tujuan yang di  yang dimaksud. Contoh; Manusia tidak akan makan kecuali ia telah merasakan lapar. Ia akan minum setelah ia merasa haus. Ia tidur karena ia telah merasakan kantuk. Dan manusia beribadah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya karena ia terdorong oleh rasa takut kepada siksa Allah atau mengharap Ridho-Nya, dst.

Dan faktor-faktor pendidikan sangat berpengaruh besar terhadap keinginan, namun bukan berarti irodah yang ada pada dirinya tunduk dan patuh terhadap faktor tersebut. Karena tanpa peran irodah, manusia akan bertindak secara acak tanpa tujuan, dan ia tidak bisa mengontrol apa yang ia ingin lakukan.

أقصي ما يمكن أن تفعله هذه المؤثرات هو أن توجه ارادة الانسان لا أن تعدمها

Yang paling memungkinkan yang dapat dilakukan oleh pengaruh faktor-faktor tersebut hanyalah mengarahkan irodah manusia saja tanpa dapat menghilangkannya. Karena sejatinya, Irodah manusia pasti ada dan jalan untuk memilih (ikhtiar) sangatlah terbuka meskipun begitu besar kekuatan faktor tersebut. Maka keinginan seseorang dapat menentukan dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Sebagai contoh; ada pemuda dan pemudi hidup dalam keluarga  yang jauh dari Tuhan  dan ajaran-Nya. Keluarga yang menganut paham serba boleh. Bebas melakukan perkara apapun tanpa peduli dengan batasan dan larangan agama. Dan ketika menginjak masa dewasa, ia memutuskan untuk meninggalkan  jalan kehidupan keluarganya dengan patuh kepada Allah SWT. Menjalani seluruh yang di perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang.

Contoh selanjutnya; ada pemuda yang tumbuh dari keluarga pedagang dengan pengalaman dan profesi kerjanya yang luar biasa. Kemudian ia berpaling dari profesi pendahulunya, dan memilih profesi yang berbeda seperti politik, dan sebaliknya dengan tidak mengikuti tradisi keluarganya.

Dua contoh diatas merupakan sebuah indikasi,  bahwa sebesar apapun pengaruh faktor pendidikan dan sosial terhadap kebebasan memilih tetap tidak bisa melumpuhkan dan menghilangkan peran Irodah pada diri manusia. Allahu a’lam.



1 Comments:

Unknown mengatakan...

Saya suka isi buku ini

Posting Komentar

 
Hikada Mesir © 2017